5 Tips Membeli Tanah Agar Tidak Tertipu

Papan sebagai kebutuhan primer tidak bisa dipungkiri sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Fungsinya yang begitu kompleks seakan menggambarkan bahwa keberadaannya menjadi hal yang sangat diperhitungkan.

Di samping digunakan sebagai lahan untuk mendirikan tempat tinggal, tanah juga berfungsi untuk dijadikan sebagai ruko, pertokoan, pusat perbelanjaan, fasilitas umum, hingga gedung-gedung tinggi sekelas apartemen yang nantinya membentuk koloni masyarakat yang baru.

5 Tips Membeli Tanah Agar Tidak Tertipu

Seiring dengan berjalannya waktu, harga yang ditetapkan jika seseorang berkeinginan untuk membeli tanah juga kian merangkak naik. Terlebih untuk tanah di perkotaan besar yang letaknya berada di kawasan strategis. Anda tentu harus siap dengan budget yang mesti anda keluarkan.

Tak cukup sampai disitu saja, prosesnya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada serangkaian tahapan yang mesti Anda rampungkan. Tidak cepat layaknya Anda mendapatkan barang yang hanya melihat fisiknya lalu ada persetujuan dan pembayaran dilakukan dengan kwitansi.

Pada penjualan atau pembelian tanah, tahapnya harus benar-benar terkoordinir dengan baik. Tujuannya tentu saja untuk menghindari kemungkinan terkena tipuan orang tidak bertanggung jawab.

Membeli tanah tanpa disertai pemahaman yang cukup juga berpotensi membuat Anda rugi. Sebab bukan tidak mungkin jika lahan yang diperjualbelikan tersebut merupakan tanah sengketa. Terlebih menilik suasana ibukota yang carut marut. Urus semuanya hingga kriteria tanah yang Anda inginkan terpenuhi.

Nah, bagi Anda yang berencana untuk menambah luas tanah atau membelinya, berikut tips sederhana yang bisa Anda jadikan pedoman.

1. Ketahui penyebab jual beli tanah dianggap sah

Mantapkan hati Anda dengan mendatangi pemilik. Kemudian mintalah mereka untuk mengantarkan Anda menuju lokasi dimana tanah akan dijual. Cara simpel ini mungkin sudah tidak asing lagi untuk Anda.

Adapun maksud dari langkah ini ialah agar pembeli mengetahui secara pasti hak milik dari tanah tersebut. Misalnya bebas dari sengketa dan sedang tidak dalam masa penyitaan dari penjamin tanah sebelumnya. Cek dan bandingkan apakah luas, letak, serta detail tanah sesuai dengan yang tertera di sertifikat. Jika tidak maka Anda patut meragukan keaslian sertifikatnya.

Perlu Anda camkan baik-baik bahwa dalam membeli tanah tak hanya disyaratkan dengan kuitansi biasa, harus ada tanda surat jual beli yang biasa disebut sebagai akta tanah. Surat tersebut dibuat dengan notaris dan sebaiknya bersegeralah untuk melakukan balik nama.

2. Keadaan tanah

Inilah yang seringkali disepelekan oleh sebagian besar orang. Mengenai struktur tanah, cobalah periksa apakah tanah tersebut labil atau tidak. Indikator lain yang bisa anda aplikasikan adalah kondisi tanah yang meliputi luas, batas, bentuk, serta letaknya. Memastikan bahwa tidak melebihi atau mengambil perbatasan dari tanah orang lain perlu anda lakukan sebelum persetujuan.

Berhati-hatilah jika Anda membeli tanah yang kosong. Mengapa? tanah yang tidak ada bangunan terkadang tidak nampak begitu jelas batasnya. Pertimbangkan lagi mengenai kebutuhan tanah dengan rumah atau tujuan pembelian kita.

Sedangkan untuk keadaan tanah Anda bisa melihat apakah tanah itu berupa pegunungan, pantai, atau permukaan dengan kontur tanah yang lembek.

3. Periksa surat-surat tanah serta hak milik

Jika Anda mendapati perbedaan nama antara pemilik dengan identitas yang tertera di sertifikat, maka tidak ada salahnya jika Anda mengecek kembali. Anda juga perlu mengkomunikasikan apakah tanah tersebut merupakan hak perorangan atau warisan keluarga.

Nama yang tidak sama condong lebih berpotensi terkait dengan sengketa. Kalau sudah begini dan Anda tidak berhati-hati, maka bisa jadi kerugian menghampiri Anda.

4. Pakai jasa Notaris PPAT pada proses jual beli

Untuk Anda yang mau membeli tanah, sebaiknya jangan ragu merogoh kocek lagi atau dana tambahan untuk menyewa notaris PPAT yang nantinya akan merampungkan urusan penjualan tanah ini.

Selain lebih aman, pihak PPAT dapat mempraktekkan pengecekan secara langsung guna menemukan keakuratan antara sertifikat dengan realnya. Mereka juga akan melakukan cek atau kaji ulang di badan pertanahan untuk mencegah pemalsuan sertifikat. Jika beres, maka usaha jual beli ini dapat dilanjutkan.

Carilah notaris yang terpercaya.

5. Membuat AJB dan balik nama

Saksi dari PPAT semakin memperkuat bukti bahwa prosedur pembelian tanah yang Anda jalani kuat dan bukan hal yang palsu. Anda juga bisa membuat surat kuasa atau akta tanah serta meminta dilakukannya balik nama hak pemilik tanah.

Segala surat permohonan dapa dibantu oleh PPAT, sementara untuk jual beli biasanya baik anda maupun penjual diminta untuk mempersiapkan berkas surat pembayaran PBB, sertifikat tanah, IMB, serta surat roya jika masih ada tanggungan dari pihak ketiga.

Membeli tanah juga harus dibarengi dengan menyiapkan kartu identitas, bukti pembayaran PPh dan BPHTB. Jika Anda masih bingung tanyakan saja apa yang mesti Anda penuhi kepada pihak PPAT.

Demikian 5 tips membeli tanah yang bisa Anda jadikan referensi. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *